Pada bulan Agustus MDC (Miftahussalam Drumband Corp’s) tampil dua kali di tempat dan waktu yang berbeda. Pertama: pada hari Senin, 17 Agustus 2026 MDC tampil pada upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka HUT RI ke 81 yang digelar di lapangan desa Kejawar. MDC diundang oleh kepala desa Kejawar untuk ikut serta memeriahkan acara. Seusai upacara bendera, ketika peserta upacara bosan, lelah, dan mengantuk, MDC tampil menghibur sekaligus mengembalikan semangat dan sukacita tamu undangan dan seluruh peserta upacara. Atraksi- yang diatraksi dari MDC yang memukau membuat peserta upacara bersorak sorai, dan suasana menjadi meriah.
| Atraksi MDC |
Kedua: pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 MDC tampil dan ikut serta memeriahkan karnaval tahunan yang diadakan oleh kecamatan. Ada sedikit cerita menarik tentang keikutsertaan MDC dalam kegiatan karnaval ini. Sejak tahun 90-an MDC tidak pernah mengambil nomor undian untuk menentukan urutan mulai sebagaimana perwakilan sekolah dan instansi lainnya. MDC tidak mengambil undian karena sudah dipercaya sebagai pengiring karnaval, peramai karnaval, dan pengatur tempo perjalanan di barisan depan, MDC selalu melaksanakan tugasnya secara profesional dan memukau, dengan cara memperlihatkan dan memperdengarkan music-music beserta atraksinya. Walaupun setiap tahun ada pergantian anggota MDC, mereka tetap bisa tampil konsisten pada setiap tahunya. Hal inilah yang membuat pembawa acara karnaval mengatakan “MIftahussalam tetap konsisten dengan drumbandnya dari dulu, pada tiap karnaval”.
| Pasukan MDC saat karnaval |
Tema karnaval tahun ini: “Melestarikan budaya lokal, menguatkan budaya nasional menuju Indonesia maju”
Di tengah kuatnya arus globalisasi ini, berbagai informasi, trend, dan budaya asing bisa menyebar dengan sangat cepat ke berbagai kalangan dari anak kecil hingga orang tua. Arus globalisasi ini tidak selalu baik, ada juga yang buruk. Bagi orang-orang yang tidak bisa menyaring atau mengikuti arus dengan baik, bisa sangat berbahaya. Baik bagi individu maupun kelompok, misalnya: berita tentang ”SDM orang Jawa itu rendah”. Hal ini bisa membuat orang asli Jawa yang tidak bisa menyaring informasi menarik kesimpulan dan membuat opini, “ooh ternyata SDM orang Jawa rendah ya, yaudahlah aku nggak perlu nerusin kebiasaan atau tradisi dan budaya bodoh orang Jawa”.
Dengan tema ‘Melestarikan Budaya Lokal, Menguatkan Budaya Nasional Menuju Indonesia Maju’, karnaval tahun ini hadir untuk menepis berbagai isu miring. Lewat acara ini, kecamatan Banyumas ingin menunjukkan bahwa kekayaan tradisi kita adalah ikon kebanggaan Indonesia yang menyatukan perbedaan. Suasana pun terasa sangat meriah karena anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua ikut berparade mengenakan baju adat, cosplay tokoh dongeng, kreasi patung ogoh-ogoh raksasa, dan pakaian pahlawan dengan penuh suka cita. [Kharisma Adrian Arbi Al-Amin]
| Barisan orang tua menggunakan pakaian adat |
| Barisan anak sekolah mengenakan pakaian adat |

